Selasa, 25 Maret 2014

Woww... Tuhan sedang membuka banyak PINTU

Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku. (Wahyu 3:8) Wo..ho... beberapa minggu terakhir ini karena selalu ibadah di Gbi Gelael Kuta yang temanya adalah tentang ayat diatas. Tahun ini adalah tahun kesempatan, karena Tuhan sedang membuka banyak pintu. Pintu sorga, pintu berkat, pintu jodoh, pintu usaha, pintu pertobatan, dan banyak pintu lainnya. Ehm, yang paling penting buat aq sih adalah pintu sorga dan pertobatan. Supaya aq bisa makin dekat sama Dia. Sungguh di beberapa tahun terakhir ini aq trus minta supaya makin dipertajam pendengaran akan suaraNya dan sungguh dipakai untuk kerajaanNya. Nah, balik lagi ke pintu. Ketika pintu sudah terbuka apa yang harus kita lakukan?? Yeahh... Dia mau kita untuk melangkah, kalo misalnya pintu terbuka dan kita cuma duduk diam aja, mana mungkin kita masuk ke ruangan yang Tuhan udah sediakan. (walopun nih ceritanyaa... kita duduk sambil menyembah Tuhan) Satu hal yang terngiang-ngiang sepanjang hari (ehm... sampe besokkannya sih) adalah "If Door doesn't open, don't enter" Kadang nih, atau bahkan sering yah... kita tu suka maksain apa yang jadi mau kita. Tuhan uda sediain pintu yang paling pas buat kita, tapi kita tetap maksa or buka paksa pintu yang tertutup. Kata pak pendeta, "kalo kita maksa resiko ditanggung penumpang yahh" Disini Tuhan ingetin aq ttg salah satu ayat yang mengatakan kalo doa orang benar besar kuasanya (dari perkataan jadi doa, dari doa jadi iman, dari iman maka terjadilah). Hubungannya sama hal tentang pintu apa? yapss.. kita bisa saja mendobrak pintu yang tertutup. Tapi apakah hasilnya akan baik buat kita? NO, karena itu ga berkenan bagi Tuhan dan GAK AKAN yang tidak berkenan bagi Dia membuat kita makin dekat sama Dia. Segala sesuatu yang dipaksa hasilnya gak akan oke. Lalu bagaimana untuk melangkah?? Hemm... kita semua tau kalo keadaan dewasa ini makin sulit dan itulah yang para nabi uda nubuatkan di alkitab. Tapi ingat, kalo kita itu punya iman dalam Yesus Kristus. Tetap percaya dan setia, serta yang paling penting adalah MENAATI FIRMAN TUHAN DAN TIDAK MENYANGKAL NAMANYA. Tuhan itu tau banget kalo kita cuma debu yang ga punya kekuatan yang besar dan kalo liat di ayat ke 9 dan 10, DAHSYAT luar biasa (yesyesyes..), Tuhan bilang "...bahwa Aku mengasihi engkau. Karena engkau menuruti firmanKu, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi" intinya Tuhan itu jaga kita, asal kita taat, tekun, dan ga menyangkal Dia. Yuks balik lagi ke pintu.. Ada 1 teladan dari Keraton Jogja, yaitu pintu keraton itu tingginya paling cuma 1 meter... (whatt, walopun aq pendek, tapi ga dibawah 1 meter kalee..) Ternyata, ada udang dibalik rempeyek...pintu yang kecil itu mengajarkan kesopanan ketika kita berkunjung ke keraton. Jadi emang kita hatus menunduk sebagai tanda hormat kita sama Sultan dan keluarganya. Sama Sultan aja kita harus nunduk, apalagi sama Tuhan. Demikian ketika kita masuk pintuNya, kita harus belajar untuk menunduk. Apa yang kita lihat ketika menunduk?? Kaki : Memperhatikan tiap langkah dalam hidup kita dan harus sesuai dengan tujuan yg Tuhan kasi. Tangan : Kalo kaki uda melangkah, tangan pun harus bekerja. Tubuh : Tuhan juga mau supaya kita menjaga tubuh kita, karena tubuh kita adalah bait Allah. makan cukup dan tidur cukup itu pentingg.. Nah pada akhirnya tetaplah setia dan taat, "karena mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatanNya kpd mereka yg bersungguh hati terhadap Dia..." 2 Taw 16:9 Yuks, duduk tenang dan mulai denger suara Tuhan, ke pintu mana Tuhan mau bawa kita dan pakai kita sebagai alatNya. Jangan sampai terjebak dalam keegoisan kita dan membuka paksa pintu yang tidak disediakan bagi kita. Dirangkum dari ibadah Gbi Gelael Kuta by pak Wayan xxx(lupa namanya) + tambahan cuapcuap dari metaa, xixixixii ^^ 23/03/2014

Persembahan Perpuluhan

Ulangan 11:12, Musa mengajarkan ketika datang kepada Tuhan kita harus bawa persembahan. Banyak orang berpikir jika ga perpuluhan kita akan kena kutuk…. NONONONO..
Gak kaya gitu, di Imamat 27:30 dikatakan
“Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik Tuhan; itulah persembahan kudus bagi Tuhan.”
Persembahan kudus bagi Tuhan, yang artinya itu adalah MILIK TUHAN.
Kata perpuluhan muncul pertama kali melalui Abraham pada Kejadian 14:19-20, waktu itu Abraham sedang perang dengan Gomora.. trus menang donk.. Nah biasanya kalo menang dalam perang pasti ada hasil rampasan yang didapatkan. Lalu Abraham lewatlah di sebuah kerajaan yang rajanya adalah Melkisedek yang adalah seorang imam Allah. Sebagai tanda kalau semua kemenangan yang Abraham dapat itu berasal dari Tuhan, maka Abraham menyerahkan sepersepuluh dari hasil rampasannya kepada Allah melalui Melkisedek. Dan Melkisedek pun memberkati Abraham.
Semenjak hari itu, perpuluhan pun diajarkan Abraham kepada keturunannya.
Sebagai bukti pada Kejadian 28:20-22, ketika Yakub bertemu Tuhan, disitu Yakub bernazar dan perpuluhan pun menjadi pernytaan imannya kepada Tuhan.
“ Lalu bernazarlah Yakub:” Jika Allah akan menyertai dan melindungi aku di jalan yang kutempuhh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai, sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka Tuhan akan menjadi Allahku. Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu. “
Selanjutnya dari Musa-lah, perpuluhan dijadikan suatu hokum dan menjadi peraturan dalam ibadah (Imamat 27:20).
Ada  3 macam perpuluhan pada hukum Israel :
1.       Perpuluhan Rutin
Perpuluhan ini diperuntukkan untuk orang Lewi, karena orang Lewi tidak mendapatkan tanah warisan di Israel dan ini dikhususkan untuk melayani Tuhan.
TUHAN berfirman kepada Harun: "Di negeri mereka engkau tidak akan mendapat milik pusaka dan tidak akan beroleh bagian di tengah-tengah mereka; a  Akulah bagianmu dan milik pusakamu di tengah-tengah orang Israel. Mengenai bani Lewi, sesungguhnya Aku berikan kepada mereka segala persembahan persepuluhan di antara orang Israel sebagai milik pusakanya, untuk membalas pekerjaan yang dilakukan mereka, pekerjaan pada Kemah Pertemuan. Maka janganlah lagi orang Israel mendekat kepada Kemah Pertemuan, sehingga mereka mendatangkan dosa kepada dirinya, lalu mati; tetapi orang Lewi, merekalah yang harus melakukan pekerjaan pada Kemah Pertemuan dan mereka harus menanggung akibat kesalahan mereka; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun-temurun. Mereka tidak akan mendapat milik pusaka  di tengah-tengah orang Israel, sebab persembahan persepuluhan yang dipersembahkan orang Israel kepada TUHAN  sebagai persembahan khusus Kuberikan kepada orang Lewi sebagai milik pusakanya; itulah sebabnya Aku telah berfirman tentang mereka: Mereka tidak akan mendapat milik pusaka di tengah-tengah orang Israel."

2.       Perpuluhan untuk perayaan ibadah
Jadi pada tiap – tiap tahun untuk keperluan perayaan, ada persembahan yang diberikan. Untuk saat ini misalnya ketika akan merayakan Natal / Paskah / dsb.
Ulangan 14 : 25 -27
maka haruslah engkau menguangkannya j  dan membawa uang itu dalam bungkusan dan pergi ke tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu, dan haruslah engkau membelanjakan uang itu untuk segala yang disukai hatimu, untuk lembu sapi atau kambing domba, untuk anggur atau minuman yang memabukkan, k  atau apapun yang diingini hatimu, dan haruslah engkau makan di sana di hadapan TUHAN, Allahmu dan bersukaria, l  engkau dan seisi rumahmu Juga orang Lewi yang diam di dalam tempatmu janganlah kauabaikan, m  sebab ia tidak mendapat bagian milik pusaka n  bersama-sama engkau.

3.       Perpuluhan untuk orang miskin
Persembahan ini hanya diberikan pada tahun yang ketiga, dan diperuntukkan untuk orang – orang miskin. Jadi gak dibawa ke Bait Allah
Ulangan 14:29
“ maka orang Lewi, karena ia tidak mendapat q  bagian milik pusaka r  bersama-sama engkau, dan orang asing, s  anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu, akan datang makan dan menjadi kenyang, t  supaya TUHAN, Allahmu, memberkati u  engkau di dalam segala usaha yang dikerjakan tanganmu."
Ulangan 26:12
"Apabila dalam tahun yang ketiga, tahun persembahan persepuluhan, n  engkau sudah selesai mengambil segala persembahan persepuluhan o  dari hasil tanahmu, maka haruslah engkau memberikannya kepada orang Lewi, orang asing, anak yatim dan kepada janda, supaya mereka dapat makan di dalam tempatmu dan menjadi kenyang.”
Perpuluhan adalah sebuah hukum pada jaman Perjanjian Lama, tapi apakah juga diharuskan pada Perjanjian Baru atau masa sekarang??
Jawabannya adalah YA… Bisa kita liat pada Matius 23:23 “ Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang – orang Farisi, hai kamu orang – orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas maniis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu : keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan”
Disini diceritakan bahwa ahli Taurat dan orang Farisi itu terlalu freak banget dalam kasih perpuluhan mereka tetapi mereka ga melakukan yang terpenting dalam hukum Allah yaitu kasih. Jadi ketika perjanjian baru pun perpuluhan itu ada dan Yesus pun menekankan dalam perkataanNya bahwa “yang satu HARUS DILAKUKAN dan yang lain jangan diabaikan”
Apa yang HARUS DILAKUKAN ?? yupss tepat sekalii.. itu adalah perpuluhan.
Semua perkataan yang diilhamkan oleh Allah berguna dalam segala hal.. (ada toh ayat yang intinya begini) begitu juga perpuluhan. Guna perpuluhan buat kita adalah :
1.       Persembahan : jadi perpuluhan juga sebagai bentuk penyembahan kita pada Tuhan.
2.       Kerelaan hati : belajar untuk merelakan apa yang Tuhan kasih dan menyadari bahwa kita itu bukanlah pemilik tapi hanya pengelola saja. Ketika kita berpikir demikian maka ga aka nada keterikatan dengan berkat yang Tuhan kasih
PErpuluhan juga ada aturannya lho :
  1. 10% : ini ga bisa diganngu gugat… namanya aja perpuluhan :p
  2. Ga boleh dipinjam (baca deh di Ul 26:13-14, Imamat 22:14 dan Imamat 19:8) : tau gak kenapa?? Karena kalo kita pinjam, jangan – jangan kita udah menunda berkat yang sudah Tuhan siapkan lho
  3.  Ga boleh dipake buat nyumbang (Ul 12:26) : beda yaa… kalo perpuluhan itu emang bagianNya Tuhan, hehehe…
Jadi kesimpulannya apa saudara –saudara?? Perpuluhan itu bicara mengembalikan hati kepada Tuhan.
Dirangkum dari ibadah @GMS Teuku Umar Bali, entah tanggal berapa yang pasti hari Minggu dan entah pendetanya siapa (belum kenalan sih, hehehe)
Semoga memberkati ^^